KH. Hasyim Asy’ari
11Nama : Rani Nur Aisyah
Kelas : XII – IPA 5
Absen : 25
KH. Hasyim Asy’ari, tokoh ulama pemikir dan pejuang yang dianugerahi gelar pahlawan nasional dan pendiri Pesantren Tebuireng, lahir pada 4 Robiulawwal 1292 H/10 April 1875, di Jombang, Jawa Timur. Kakek dari presiden ke-4 RI, yaitu KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur), serta ayah dari menteri Agama, KH. Wahid Hasyim.
KH. Hasyim Asy’ari diberi gelar Hadhratusy Syeikh dari kalangan ulama yaitu kontribusinya dalam menegakkan NKRI dengan peran dalam bidang keagamaan, pendidikan, perjuangan melawan penjajah untuk mempertahankan kemerdekaan, menyatukan dua kubu yang berseteru saat menentukan dasar negara Indonesia yang baru lahir hingga tokoh yang ditakuti oleh Belanda dan jepang karena mempunyai pengaruh besar. KH. Hasyim Asy’ari membuat fatwa perang melawan Belanda adalah jihad (perang suci), mengharamkan naik haji memakai kapal Belanda yang dituliskan dalam bahasa Arab dan disiarkan oleh Kementrian Agama secara luas.
Peran mempertahankan kemerdekaan dengan,
1. Resolusi jihad NU, 22 Oktober 1945
2. Perlawanan heroik dari arek – arek Suroboyo, 10 November 1945.
Atas perananya yag begitu dasyat, seorang wartawan Timur Tengah yaitu Sayyid Muhammad As’a Shihab menyebutkan dalam salah satu karyanya bahwa KH. Hasyim Asy’ari adalah awwalu wadi’ labinati istiqlali Indonesia (Maha kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, peletak dasar pondasi kemerdekaan Indonesia). KH. Hasyim Asy’ari wafat pada 25 Juli 1947, jenajahnya dikebumikan di Pesantren Tebuireng, Jombang. Atas jasanya semasa hidup terhadap negara ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 17 November 1964.
Komentar
Posting Komentar