SEJARAH KEMERDEKAAN INDONESIA
17.NAMA : Scholastica Sthefani A.S
Kelas : XII IPA 5
Absen : 32
SEJARAH KEMERDEKAAN INDONESIA
Kemerdekaan Indonesia dimulai dari tanggal 6 Agustus 1945 ketika bom mengguncang Jepang lebih tepatnya di kota Nagasaki.
Kemudian, 3 hari berikutnya, Hiroshima kembali dibom pada tanggal 9 Agustus 1945. Pemboman ini mengakibatkan 14.000 korban jiwa. Pemboman Hiroshima dan Nagasaki menjadi pertanda menyerahnya Jepang kepada Amerika dan sekutunya. Ketika bom kedua jatuh kembali di Nagasaki, Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Hal ini dimanfaatkan oleh Indonesia.
Sehari kemudian, BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) berubah nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada tanggal 10 Agustus 1945 pula, Sutan Syahrir telah mendengar kabar menyerahnya Jepang kepada Sekutu melalui siaran radio luar negeri yang ketika itu dilarang. Syahrir kemudian menginformasikan hal ini kepada penyair Chairil Anwar. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda, terutama para pendukung Syahrir.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta (selaku pimpinan PPKI) dan Radjiman Wedyodiningrat (mantan ketua BPUPKI) diterbangkan ke kota Dalat (250 km di sebelah timur Saigon, Vietnam) untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi.
Pada pertemuan itu, mereka dikabarkan bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Pada saat itu, Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia dilakukan pada tanggal 24 Agustus dan pembacaan teks proklamasi akan ditugaskan kepada anggota PPKI. Sekembalinya Soekarno, Hatta dan Radjiman ke tanah air, Hatta menceritakan hasil pertemuan kepada Syahrir. Namun Syahrir menganggap hasil pertemuan tersebut hanyalah tipu muslihat Jepang.
Syahrir mendesak agar para tokoh dengan segera memproklamasikan kemerdekaan.
Selain karena Jepang akan menyerah kepada Sekutu kapan saja, tetapi juga untuk menghindari perpecahan kubu nasionalis (yang anti dan pro Jepang). Di sisi lain, Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah kepada Sekutu. Selain itu, beliau juga menilai bahwa jika proklamasi kemerdekaan dilaksanakan pada saat itu, akan terjadi pertumpahan darah dan berakibat fatal.
14 Agustus 1945
Pada tanggal ini, para pengikut Syahrir kembali menekan para tokoh bangsa untuk mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Hal ini dilakukan oleh golongan muda karena mereka telah mendengar kabar bahwa Jepang telah secara resmi menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri. Golongan muda yang mendengar kabar ini adalah Sutan Syahrir, Wikana, Darwis dan Chairul Saleh.
Walaupun telah didesak oleh para golongan muda, golongan tua tetap tidak ingin terburu-buru untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.
Soekarno dan Hatta kemudian mendatangi penguasa militer Jepang di kantornya di Koningsplein namun kantor tersebut ternyata kosong. Kemudian Soekarno, Hatta dan Soebardjo mendatangi kantor Laksamana Muda Maeda.
Sepulangnya dari rumah Laksamana Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan PPKI pada pukul 10 pagi tanggal 16 Agustus di kantor Jalan Pejambon No. 2 untuk membicarakan segala hal mengenai persiapan proklamasi kemerdekaan.
Pada pagi hari jam 10.00 tanggal 17 Agustus 1945, akhirnya proklamasi dibacakan oleh Soekarno diikuti dengan pidato singkat tanpa teks.
Komentar
Posting Komentar